ASOSIASI PEMATUNG INDONESIA

  Alamat:

JL. Nitiprayan, RT.01 RW.20 No. 46B, Ngestiharjo, Kasihan, 55182,

Jomegatan, Ngestiharjo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184

Telepon : (0274) 3210315

 

TENTANG ASOSIASI PEMATUNG INDONESIA

Asosiasi Pematung Indonesia (API) ialah organisasi yang wadah i pematung Indonesia untuk mengaktualisasi profesinya. Organisasi ini terbentuk karena seni patung di Indonesia belum berperan optimal di masyarakat. Belum banyak karya patung berkualitas seperti di pelbagai ruang publik. API diprakarsai pembentukannya di Yogyakarta oleh sekelompok pematung senior seperti G. Sidharta Soegijo, Pamungkas Garjito, Soewardi, Anusapati, Kasman KS , dan para pematung muda seperti Syahrizal Koto, Komroden Haro, Rudi Mantofani , dan lain-lain .

Ide asosiasi ini berawal dari pameran patung indoor-outdoor berjudul “Sculpture in Freedom” yang diselenggarakan Dirix Art Gallery bekerjasama dengan Museum Affandi pada 25 Agustus 1999 selama sebulan. Pada sebuah forum diskusi yang menyertai pameran 28 pematung beserta Heri Kris, kurator pameran tersebut sampai pada sebuah kesepakatan perlunya sebuah organisasi yang dapat mewadahi para pematung serta aktivitas seni patung. Diskusi ini membentuk “Kelompok Sembilan”, tim yang bertugas untuk mempersiapkan pembentukan organisasi para pematung.

Pada serangkaian pameran pada Agustus 1999 kembali dilakukan pertemuan dengan jumlah peserta semakin banyak dan tempat yang berpindah-pindah antara Dirix Art Gallery, Galeri Embun, dan Kayon’s Gallery. Sampai akhirnya pada 7 Juli 2000, dalam pertemuan di Rumah Makan Jawa Asli di Jl Wates, Asosiasi Pematung Indonesia resmi berdiri. Terpilih sebagai pengurus periode pertama ialah G. Sidharta Soegijo (Ketua Umum), Kasman KS (Ketua I bidang Organisasi), Soewardi (Ketua II bidang LitBang), Anusapati (Ketua III bidang Hubungan Luar Negeri), dan Lenny Ratnasari (Bendahara).

Menandai berdirinya API, pada November 2000 diselenggarakan “Pameran Patung 2000” di Hotel Natour Garuda Yogyakarta. Pameran ini menampilkan karya 29 orang pematung anggota API. Dari kelompok pematung di Yogyakarta API kemudian memperluas jaringannya dengan keanggotaan dari pematung di seluruh Indonesia, seperti dari Jakarta, Bandung, Solo, Padang, Medan, dan Makassar.

Sebagai organisasi profesi, API tidak berpihak pada satu ideologi penciptaan. Semua pematung yang memenuhi persyaratan profesional akan diterima menjadi anggota asosiasi. Tugas utama asosiasi ialah memperjuangkan para pematung dapat berkaryadengan membina sikap saling mendukung dan saling menghargai antar para anggotanya. Terlepas dari ideologi kesenian yang dianutnya.Kepengurusan API Pusat saat ini diketuai Anusapati. Sedang API Yogyakarta yang beralamat di Studio Satiaji Krapayak Kulon No. 89 RT 16 RW 51 Panggungharjo Sewon Bantul diketuai Syahrizal Koto. Melalui Asosiasi Pematung Indonesia (API) para pematung bertekad untuk berjuang dengan pernyataan sebagai berikut:

Bahwa sesungguhnya kehidupan seni patung sudah berlangsung sejak jaman prasejarah dan kini merupakan kebutuhan yang dapat memperkaya kehidupan seni rupa di Indonesia di samping seni lukis, seni grafis,dan cabang-cabang seni rupa lainnya terutama menggunakan media ruang, bentuk, garis,dan warna.

Bahwa pengkayaan bahasa seni rupa merupakan kebutuhan agar penghayatan seni rupa dapat semakin meluas ke arah pel bagai media yang dapat membuka kemungkinan untuk memperkaya imajinasi dan kemampuan berungkap.

Bahwa kebebasan mencipta bagi seniman merupakan hak a s asi yang perlu dipertahankan dalam kehidupan kesenian pada umumnya dan merupakan bagian dari kebebasan manusia secara keseluruhan.

Bahwa dengan menyadari segala sesuatu yang tersebut di atas dan dengan kesadaran dan tanggung jawab yang mendalam, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga bangsa, para pematung pada pertemuan di yogyakarta, tanggal 7 juli 2000, dengan penuh ketulusan merasa memerlukan suatu wadah kegiatan dengan nama Asosiasi Pematung Indonesia API.”

Dalam upaya meningkatkan kemampuan, pengetahuan, wawasan, keterampilan, serta profesionalisme anggotanya API menyelenggarakan ceramah, diskusi, dan workshop secara berkala. API juga menyelenggarakan pameran bersama serta mendukung penyelenggaraan pameran-pameran kelompok atau individual sebagai wujud komitmen untuk lebih mendekatkan seni patung kepada publik.

Sumber: Asosiasi Pematung Indonesia (Katalog), 2000



Check now and discover more today!

Odoo image and text block

Profil Seniman patung

Esensi dari seni adalah sarana untuk meluapkan ekspresi atau cita rasa dalam sebuah media. Media yang dimaksud bisa bermakna luas, seperti musik, tari, teater, seni rupa dan lainnya. Bahkan kamu juga bisa menuangkan sebuah seni hanya dengan membuat tuangan ekspresi dikaos polos depan belakang menjadi sedikit lebih berwarna.

Berbicara mengenai seni rupa, ternyata tidak sedikit nama dari seniman Indonesia yang mampu menyihir banyak orang, bahkan sampai ke penjuru dunia melalui karya lukis maupun karya patung yang dibuatnya.

Tentu saja jalan yang diambil para maestro ini tidaklah mudah. Jatuh bangun, tetesan keringat, air mata dan kekecewaan menghiasi hari-harinya hingga pada suatu titik perjuangan mereka dihargai dengan penobatan“Legenda” oleh banyak karena hasil karya yang tidak diragukan lagi keindahannya.

Pada dasarnya setiap pematung mempunyai karakteristik dan keistimewaan tersendiri dan itulah yang membuat mereka berbeda. Dengan terus mengasah keterampilannya,sebagian dari mereka bisa mengalahkan pematung-pematung International saat ajang pameran, daftar nama pematung Indonesia.

I NYOMAN NUARTA

Lahir : 14 Nopember 1951, Tabanan, Bali.

Tempat Tinggal : Galerry Seni Nyoman Nuarta (NU ART)

Jalan Setra Duta Kencana II no.11 Bandung.

Kebangsaan : Indonesian

Pendidikan : Fakultas Seni Rupa ITB (1972-1979)

Pekerjaan : Pematung

Tahun aktif : 1979-Sekarang

Penghargaan :

Lomba Patung Proklamasi Republik Indonesia (1979)

penghargaan Jasa Adiutama ITB (2009)

Tidak hanya patung dan monumen, Nuarta juga membuat trofi untuk kejuaraan olahraga. Di tahun 1994, dia merancang desain dari Piala Liga Dunhill dan di tahun 2011, dia kembali mendesain piala Championship Tropy National Basketball League (NBL) Indonesia di tahun 2011 sampai 2012.

Karya-Karya Patung I Nyoman Nuarta

- Monumen Jalesveva Jayamahe

- Monumen Patung Tiga Moyang

- Monumen Garuda Wisnu Kencana

Check now and discover more today!